Siapakah Erwin Schrödinger?

https://www.belajarsampaimati.com/2024/05/siapakah-erwin-schrodinger.html
![]() |
Ilustrasi/the-tls.co.uk |
Erwin Schrödinger adalah fisikawan Austria yang dikenal karena kontribusinya yang luar biasa dalam bidang fisika teoretis, terutama dalam mekanika kuantum.
Lahir pada 12 Agustus 1887 di Vienna, Austria, Schrödinger tumbuh di lingkungan yang penuh dengan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dan budaya. Dia mengejar studi dalam bidang fisika dan matematika di Universitas Vienna, lalu memperoleh gelar doktor pada 1910.
Salah satu kontribusi paling terkenal Schrödinger adalah persamaan gelombang Schrödinger, yang dia kemukakan pada 1926. Persamaan ini merupakan dasar dari mekanika kuantum non-relativistik dan menyediakan model matematis yang akurat untuk perilaku partikel sub-atomik, seperti elektron dan foton.
Persamaan itu sangat penting karena menggambarkan evolusi temporal gelombang probabilitas partikel-partikel tersebut. Penemuan ini memungkinkan pengembangan pemahaman mendalam tentang sifat-sifat kuantum materi dan fenomena di alam semesta.
Schrödinger juga dikenal karena eksperimen pikiran yang terkenal dengan kucing Schrödinger, yang diperkenalkannya dalam upaya untuk menggambarkan paradoks dalam teori kuantum. Dalam eksperimen tersebut, dia memperlihatkan konsekuensi paradoks jika diterapkan pada skala makroskopik.
Dalam versi aslinya, sebuah kucing dikunci dalam sebuah kotak bersama mekanisme yang akan membunuhnya berdasarkan perubahan kuantum. Sehingga, menurut interpretasi kuantum yang dikenal sebagai superposisi, kucing tersebut bisa dianggap hidup dan mati secara bersamaan hingga kotaknya dibuka dan keadaan kucing diamati. Eksperimen ini menggambarkan ketidakintuisian interpretasi kuantum dan mendorong diskusi yang mendalam tentang interpretasi dan pengertian kuantum.
Selain itu, Schrödinger juga memberikan kontribusi penting dalam bidang fisika statistik, terutama dengan pengembangan teori pertama tentang hubungan antara mekanika kuantum dan termodinamika. Dia berusaha memahami dasar-dasar termodinamika dari perspektif mekanika kuantum, membuka jalan bagi pemahaman lebih lanjut tentang fenomena-fenomena makroskopik dari prinsip-prinsip dasar mekanika kuantum.
Kehidupan pribadi Schrödinger tidak lepas dari cobaan dan perubahan. Selama masa hidupnya, dia mengalami perjalanan intelektual dan emosional yang berdampak pada pandangan dunianya. Dia juga menghadapi tantangan politik, terutama dengan pergantian rezim di Austria selama Perang Dunia II.
Erwin Schrödinger meninggal pada 4 Januari 1961 di Wina, Austria, meninggalkan warisan yang luar biasa dalam dunia fisika. Karyanya memainkan peran penting dalam perkembangan fisika kuantum dan terus menjadi sumber inspirasi bagi para ilmuwan di seluruh dunia dalam upaya memahami alam semesta dan dasar-dasar kuantumnya.
Hmm... ada yang mau menambahkan?
gils, umur 23 udah dapat gelar doktor
BalasHapusMakanya wajar kalau kemudian dia jadi ilmuwan yang berpengaruh.
Hapus