Mengapa Ada Orang yang Tak Bisa Berhenti Makan?

Ilustrasi/linisehat.com
Umumnya, kita makan ketika lapar, dan berhenti makan setelah kenyang. Dalam kondisi kenyang, orang biasanya tidak lagi punya keinginan makan apa pun, karena perut dalam keadaan penuh. Meski begitu, ada orang-orang yang sepertinya tak bisa berhenti makan. Mereka terus mengunyah sesuatu, meski perutnya sudah kenyang dan penuh. Mengapa?

Para ilmuwan akhirnya memahami latar belakang hal semacam itu, setelah mereka menemukan sesuatu yang mereka sebut “gen rakus”. Karena adanya gen tersebut, tubuh gagal memberi tahu otak ketika perut sudah kenyang atau penuh. Akibatnya, orang yang memiliki gen tersebut terus makan dan mengunyah tanpa henti. Mutasi gen itu merusak komunikasi dalam tubuh, menyebabkan orang sulit berhenti makan, dan akhirnya meningkatkan berat badan dengan cepat.

Dalam tubuh kita, ada gen khusus yang disebut BDNF. Setelah makan, gen itu akan mengirimkan sinyal kimia ke sel otak yang mencapai hipotalamus, untuk memberitahu bahwa tubuh sudah kenyang, dan menekan nafsu makan. Pada orang yang tak bisa berhenti makan, gen BDNF di tubuhnya tidak bisa bekerja sebagaimana seharusnya.

Para peneliti dari Georgetown University Medical Centre di AS mempelajari variasi dalam gen BDNF pada tikus. Mutasi gen ini pada tikus menyebabkan zat kimia leptin dan insulin tidak terkirim, sehingga mereka akan terus makan dan sulit berhenti.

Dr Baoki Xu, salah satu peneliti, menyatakan, “Hasil penemuan ini bisa membuka strategi baru untuk membantu otak dalam mengontrol berat badan.”

Dalam penelitian, Dr Baoki Xu dan timnya menemukan gen BDNF dengan versi “pendek (short)” dan “panjang (long)”, yang terbentuk pada tahap awal di dalam rahim. Orang yang memiliki gen BDNF dalam versi “panjang” akan berhasil mengirim sinyal kimia ke hipotalamus otak untuk mengirim pesan bahwa ia sudah kenyang, dan berhenti makan.

Namun jika seseorang memiliki gen dengan versi “pendek”, sinyal zat kimia bisa mencapai beberapa sel otak, tapi tidak bisa diambil oleh dendrit (cabang dari sel yang akan menyampaikan pesan ke tempat yang tepat).

“Jika ada masalah dengan gen BDNF, neuron tidak bisa berbicara satu sama lain, dan sinyal leptin serta insulin tidak efektif, yang membuat nafsu makan tidak berubah atau sulit ditekan,” ujar Dr Baoki Xu.

Hasil studi yang diterbitkan di jurnal Nature Medicine ini menyebut para ilmuwan akan melihat apakah saluran transmisi yang salah ini bisa dimodifikasi, sehingga dapat membantu mencegah dan mengobati obesitas. 

Hmm... ada yang mau menambahkan?

Related

Studi 5991266201844570345

Posting Komentar

emo-but-icon

Recent

Banyak Dibaca

item