Negara-negara Favorit Tujuan Pelajar Indonesia

Ilustrasi/kayak.co.id
“Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina.” Pepatah itu sangat terkenal, khususnya bagi orang Indonesia. Kenyataannya, banyak orang (pelajar) Indonesia yang datang ke Cina dengan tujuan untuk belajar atau menuntut ilmu.

Setiap tahun, Indonesia meluluskan sekian banyak pelajar yang telah menyelesaikan pendidikan setingkat SMA. Sebagian besar dari mereka meneruskan pendidikannya ke perguruan tinggi, sementara sebagian yang lain tidak meneruskan pendidikan dengan berbagai alasan. Mereka yang meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi tentu harus memilih universitas mana yang akan dimasukinya, dan hal ini tidak jarang menjadi problem tersendiri.

Karena terbatasnya jumlah atau kapasitas penerimaan mahasiswa baru, sering kali suatu kampus tidak bisa menerima semua mahasiswa yang mendaftar di universitas mereka. Akibatnya, ada sekian banyak calon mahasiswa yang mau tidak mau harus mencari kampus alternatif yang dapat dimasuki.

Selain itu, jurusan atau fakultas yang ada di suatu kampus juga tidak jarang menjadi problem tersendiri. Suatu kampus menyediakan jurusan sastra, misalnya, tapi kampus lain tidak menyediakan jurusan tersebut. Akibatnya, ketika seseorang mendaftar di suatu kampus dengan mengambil jurusan sastra tapi ditolak, maka dia harus mencari kampus lain yang juga menyediakan jurusan sastra, yang masih bersedia menerima mahasiswa baru. Sering kali, hal semacam itu bukan perkara mudah.

Problem-problem semacam itulah yang menjadi salah satu alasan banyaknya pelajar Indonesia yang memilih berkuliah di luar negeri. Hal lain yang juga menjadi faktor alasan banyak pelajar Indonesia yang kuliah di luar negeri adalah karena ingin mendapatkan pendidikan yang lebih baik, ingin memperoleh pengalaman yang lebih luas, karena beasiswa, atau pun lainnya.

Setiap tahun, ada ribuan pelajar Indonesia yang berangkat ke Inggris, Cina, atau negara lain, untuk meneruskan pendidikan. Secara rata-rata, setiap tahun ada sekitar 5.000 pelajar Indonesia yang berangkat ke Mesir untuk kuliah, sekitar 18.000 ke Singapura, dan sekitar 1.500 berangkat ke Belanda untuk tujuan yang sama. Selain negara-negara yang telah disebut, berikut ini negara-negara lain yang menjadi tujuan favorit pelajar Indonesia yang ingin kuliah di luar negeri.

Australia


Banyak pelajar Indonesia yang memilih Australia sebagai tempat meneruskan pendidikan, karena berbagai alasan. Di antaranya adalah jaraknya yang tidak terlampau jauh dari Indonesia. Di luar itu, keberadaan tawaran beasiswa juga sering menjadi daya tarik pelajar Indonesia untuk belajar di Australia. Setiap tahun, rata-rata ada 15.000 pelajar Indonesia yang meneruskan pendidikan di Australia.

Biaya pendidikan di Australia untuk jurusan yang banyak menghabiskan waktu belajar di kelas, semisal Jurusan Hukum, Ekonomi, atau Seni, menghabiskan biaya sekitar US$ 10.000-13.000 per semester. Sedangkan untuk bidang studi yang banyak menghabiskan waktu di laboratorium biasanya menghabiskan sekitar US$ 12.000-27.000 per semester.

Dibandingkan Amerika atau Inggris, biaya hidup di Australia relatif lebih tinggi. Namun, yang menyenangkan, pemerintah Australia memberikan kesempatan bagi para mahasiswa yang ingin mendapatkan uang tambahan dengan bekerja paruh waktu. Beberapa universitas bahkan membantu mahasiswanya untuk mendapatkan pekerjaan.

Amerika Serikat

Beragamnya perguruan tinggi terkenal di Amerika menjadi alasan penting banyaknya pelajar Indonesia yang memilih meneruskan pendidikan di sana. Selain itu, sistem pendidikan di Amerika yang dinilai berkualitas dan komprehensif adalah salah satu faktor yang diperhatikan oleh banyak perusahaan internasional, sehingga banyak lulusan perguruan tinggi Amerika yang lebih mudah mendapat kerja selepas kuliah. Faktor itu juga sering menjadi perhatian para pelajar Indonesia yang memilih kuliah di Amerika.

Setiap tahun, ada sekitar 7.000-8.000 pelajar Indonesia yang berangkat ke Amerika untuk meneruskan pendidikannya. Kebudayaan serta gaya hidup yang berbeda di sana menawarkan sesuatu yang baru dan unik bagi para pelajar yang ingin mendapatkan pengalaman berbeda.

Malaysia

Malaysia disebut sebagai pusat akademik di Asia Tenggara yang menawarkan beragam pilihan program kuliah. Kenyataan itu menjadi salah satu daya tarik banyaknya pelajar Indonesia yang memutuskan untuk meneruskan pendidikan di sana.

Selain itu, jaraknya yang bisa dibilang dekat dengan Indonesia, serta biaya hidup dan biaya pendidikan yang relatif terjangkau, menjadikan daya tariknya semakin bertambah. Setiap tahun, ada sekitar 7.000-8.000 pelajar Indonesia yang datang ke Malaysia untuk meneruskan pendidikan.

Jepang

Dalam bidang pendidikan, Jepang memiliki beragam daya tarik yang sulit ditolak. Pertama, kualitas pendidikannya sangat tinggi, sejajar dengan kualitas pendidikan di negara-negara maju semisal Amerika atau Inggris. Kedua, banyak universitas yang menyediakan jurusan sains dan teknologi yang telah dilengkapi berbagai sarana canggih yang mutakhir, sehingga riset-riset dan berbagai hasil penelitiannya ikut berpengaruh dalam kemajuan teknologi secara internasional. Ketiga, ada banyak lembaga pendidikan di Jepang yang siap mengajarkan kursus bahasa, budaya, dan lain-lain seputar Jepang, sehingga calon mahasiswa di luar Jepang yang ingin kuliah di sana akan banyak terbantu melalui lembaga-lembaga tersebut.

Di luar itu, pemerintah Jepang dan perusahaan-perusaaan swasta di sana juga menawarkan banyak beasiswa tidak mengikat, yang ditujukan bagi para mahasiswa dan calon mahasiswa, dari Jepang maupun dari luar negeri. Tujuan pemberian beasiswa yang tidak mengikat itu adalah sumbangan dari hasil keuntungan, sebagai bentuk kontribusi mereka terhadap masyarakat dunia.

Karena berbagai fasilitas dan tawaran menggiurkan semacam itu, tidak heran jika cukup banyak pelajar Indonesia yang memilih Jepang sebagai tempat meneruskan pendidikan. Setiap tahun, ada sekitar 1.700-2.500 pelajar Indonesia yang meneruskan pendidikan di sana.

Jerman


Dibandingkan universitas lain yang sama-sama di Eropa, universitas di Jerman menetapkan biaya pendidikan yang lebih rendah. Hal itu karena 90 persen universitas di Jerman adalah milik pemerintah, dan dana pendidikannya berasal dari pajak masyarakat. Karenanya, pelajar Indonesia yang berminat meneruskan pendidikan di Eropa pun banyak yang memilih Jerman sebagai negara tujuan.

Setiap tahun, ada sekitar 1.500-2.500 pelajar Indonesia yang datang ke Jerman, dan masuk berbagai perguruan tinggi di sana. Jurusan yang paling banyak dipilih di ataranya adalah sains, teknik atau enginering, dan kedokteran.

Hmm… ada yang mau menambahkan?

Related

Pendidikan 6221648306085986850

Posting Komentar

emo-but-icon
:noprob:
:smile:
:shy:
:trope:
:sneered:
:happy:
:escort:
:rapt:
:love:
:heart:
:angry:
:hate:
:sad:
:sigh:
:disappointed:
:cry:
:fear:
:surprise:
:unbelieve:
:shit:
:like:
:dislike:
:clap:
:cuff:
:fist:
:ok:
:file:
:link:
:place:
:contact:

RecentTopikBanyak Dibaca

Recent

Bagaimana Sejarah dan Asal Usul Olahraga Golf?

Ilustrasi/bimmer.idGolf merupakan olahraga yang populer, terutama di negara-negara Barat. Olahraga ini dimainkan dengan cara memukul bola kecil ke dalam lubang dengan menggunakan tongkat khusus yang d...

Apa Manfaat Jangkrik bagi Ekosistem Lingkungan?

Ilustrasi/republika.co.idJangkrik merupakan serangga yang memiliki peran penting dalam ekosistem lingkungan. Jangkrik biasanya hidup di lingkungan yang beragam seperti padang rumput, hutan, kebun, dan...

Benarkah Jilbab Dapat Menambah Kecantikan Wanita?

Ilustrasi/mirror.mui.or.idSebagian orang percaya bahwa jilbab dapat meningkatkan penampilan wanita, sementara yang lain menganggap jilbab dapat membatasi penampilan fisik. Namun, penting mengingat bah...

Bagaimana Awalnya Manusia Tahu Dia Bisa Berenang?

Ilustrasi/klikpdpi.comSejarah manusia dan renang sangat panjang dan sulit untuk ditelusuri secara pasti. Namun, sebagian besar sejarawan setuju bahwa renang telah dipraktikkan oleh manusia selama ribu...

Apakah Ngengat Termasuk Serangga?

Ilustrasi/grid.idYa, ngengat termasuk dalam kelas Insecta atau serangga. Ngengat adalah serangga bersayap yang tergolong dalam ordo Lepidoptera, bersama kupu-kupu. Ngengat memiliki beberapa ciri khas,...

Apa Menariknya Konsep Restoran Karen's Dinner?

Ilustrasi/tribunnews.comKonsep "marah-marah" yang diterapkan di restoran Karen's Dinner mungkin terkesan kontradiktif, tetapi ada beberapa alasan yang dapat menjelaskan mengapa ada orang tertarik untu...

Mengapa 666 Disebut Angka Setan?

Ilustrasi/pixabay.comAngka 666 sering dikaitkan dengan setan atau hal-hal yang berbau kejahatan dan mistis. Hal ini berasal dari interpretasi tertentu dari Kitab Suci, terutama dari Kitab Wahyu dalam ...

Siapa Orang yang Pertama Kali Mengalami Kecelakaan di Jalan Raya?

Ilustrasi/langgam.idSejarah kendaraan bermotor dimulai pada abad ke-19, ketika mobil pertama ditemukan dan diperkenalkan ke publik. Sejak saat itu, kecelakaan di jalan raya telah jadi risiko yang mele...

Bagaimana Listrik Ditemukan Pertama Kali?

Ilustrasi/blog.rajalistrik.comPenemuan listrik adalah salah satu peristiwa penting dalam sejarah manusia. Listrik pertama kali ditemukan pada abad ke-17 oleh seorang fisikawan Inggris bernama William ...

Mengapa Ada Jangkrik yang Memiliki Garis Kuning di Leher?

Ilustrasi/mediatani.coPerbedaan warna atau garis pada leher jangkrik dapat disebabkan oleh faktor genetik atau lingkungan. Jangkrik yang memiliki garis kuning pada leher biasanya spesies tertentu atau...

Banyak Dibaca

item